Dhuha di Samudera Cinta

Image

Hening malam bertabur bintang
Hanyutkanku dalam syukur kebahagiaan
Rembulan tetap tersenyum meski fajar akan datang

Untuk dua hati yang akan menyatu
Mengukir ikrar suci
Menjadikan jagat syahdu
Ciptakan prasati abadi

Barakallahu laka…
Barakallahu laka…
Barakallahu laka…
Barakallahu laka…

Selamat datang fajar
Pagi akan menjelang
Embun pagi siap menyapa
Kembang telah mekar

Barakallahu laka
Pagi ini bercahaya
Barakallahulaka
Ikrar itu menggoncang semesta
Barakallahu laka
Tetes air mata, senyum bahagia

Barakallahu laka
Dzuha di samudra cinta
Wabarakallaahu ‘alaika
Selamat berlabuh mengarungi bahagia dan duka
Wa jama’a bainakuma fii khaiir…
Semoga sampai ke surga
Continue reading

Merdeka!!

Image

Aku tak mengerti harus tertawa atau menangis
Negeri yang konon sangat kayatapi penduduknya pengemis
Tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam tapi harus mengimpor buah
Lautan yang sangat luas tapi garam masih kiriman luar

Aku tak  tahu harus gembira atau bersedih
Mereka sekolah tinggi- tinggi tapi tak punya hati nurani
Mereka belajar ilmu agama tapi kikir hanya untuk berbagi
Rumah-rumah mewah dan besar tapi ruangannya sempit

Aku tak mengerti harus menangis atau tertawa
Mereka koruptor tapi sangat berwibawa
Badan harum baju bersih tapi hati busuk
Wajah-wajah yang terlihat prihatin namun hati tertawa

Aku tak tahu harus bersedih atau bergembira
Anak-anak pintar tak bisa sekolah hanya karena tidak punya uang
Ada yang terlantar namun mereka bisa santai-santai di pantai
Mereka yang matanya masih terang tapi ternyata buta melihat orang miskin sekitar

Aku tak mengerti harus tertawa atau menangis
Aku tak tahu harus gembira atau bersedih
Aku tak mngerti harus menangis atau tertawa
Aku tak tahu harus bersedih atau gembira
Apakah aku yang tidak peka?
Tapi begitulah yang ku rasa
Apakah aku si peragu yang sangat berduka?
Atau karena terlalu yakin bahwa kita bisa

Bisa meneriakkan satu kata
MERDEKA!!!!

Kala Senja Menyapa

Image

Senja menyapa riadengan keselembutan
Mataharipun tersenyum sangat anggun
Bergetar rasa jiwa ini
Oowh ternyata hari ini akan berlalu

            Warna langit telah berganti
            Menyambut musim yang akan segera datang
            Ada bintang timur yang sabar menanti
            Tak jenuh menemani malam hingga fajar datang

Bintang penuh harapan masih bercahaya
Menebar harapan esok akan datang
Sangat menggugah hati
Sebait syair di waktu senja

____________

Fauziah Humaira

*

*

Dancing Star

Image

Dancing star…
You stamp in the sky
Lay in my eyes

Dancing star…
You shine in the dark
Also in the light

Dancing star…
That’s the way you are
Keep everyone  fight their life

Dancing star …
You dance in my heart
Tell me to never give up

Dancing star …
You always dance in my eyes
Show me greatest thing in my life

Dancing star …
Keep dance in my heart
Coz’ you make me struggle and alive

Dancing star …
Let sing for we are
Dancing star …
Change my world thats you are
Dancing star ...
Keep  cance wherever you are

____________

Fauziah Humaira

*

*

Egoku

Image

Egokah aku?
Aku berjalan tapi tak tau arah
Aku melangkah tapi tak berpindah
Aku meraba tapi tidak bisa merasa
Aku bisa melihat tapi tak bisa menikmati
Aku mendengarnya tapi tak bisa meresapi
Aku mencium tapi tak wangi

	Aku tertelap dalam kelelahan
	Aku menikmati kesibukan
	Aku kehilangan focus
	Aku memandang, pandangannya buyar
	Aku tersenyum menikmati perih

Aku mencoba berhenti tapi masih bergerak
Aku menutup mata tapi masih terjaga
Aku memberontak tapi patuh
Aku terjatuh tapi masih mencoba bangkit
Aku lelah tapi semangat telah membakarnya

____________

Fauziah Humaira

*

*

Rembulanpun Tak Lagi Tersenyum Padaku

Image

Semilir angin malam menusuk tulang
Aku mendongak ke langit
Gumpalan awan hitam kelam menyelimuti malam
Tak ada kerdipan bintang

Langit begitu gelap
Keindahan purnama tenggelam ditelan gumpalan awan
Gemerlap cahaya bintang dikulum malam
Keindahan malam tak kunjung datang

Aku mengharap pada angin
Ku bisikkan padanya untuk menggeserkan awan kelam itu
Bisikan lembut itu membuat angin luluh
Awan gelap telah pergi

Dengan mata berkaca
Aku kembali menatap langit
Mengharap rembulan bisa tersenyum
Dan bintang menyapa malam ini

Gelap …
Tak ada pertanda rembulan datang
Awan hitam tidak pernah ingkar
Dia kembali datang memenuhi janji pad Tuhannya

Egoku menikmati sinar rembulan
Rembulan mendengar bisik rumput liar
Yang sekian lama tidak menikmati hujan
Hanya bisikan kelembutan

Aku iri pada rembulan
Sangat taat dengan aturan Tuhan
Kelembutan sinar yang menaklukkan hati
Selalu memberi tak harap kembali

Aku tak pernah mendengar bulan menuntut bumi
Memberikan keindahan seperti sinarnya rembulan
Aku mengharap tuhan menepati janji
Tapi aku tak pernah dekat dan menghampiriNya

____________

Fauziah Humaira

*

*